( 10-November-2018 ) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Fasilitasi Rapat Penerapan Aplikasi OSS Sektor Pariwisata | ( 01-November-2018 ) Sosialisasi Penanganan Pengaduan Subsidi Listrik Tepat Sasaran | ( 30-October-2018 ) Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun: Bangun Pemuda Satukan Indonesia! | ( 22-October-2018 ) Hadi Prabowo: Pemerintah Dorong Peluang Investasi di Daerah | ( 22-October-2018 ) Mendagri Himbau Kepala Daerah Menyusun Perencanaan Tepat Sasaran | ( 22-October-2018 ) Hadi Prabowo: E-Planning Harus Terintegrasi Secara Nasional |


BANTEN - Menjelang kunjungan Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk meninjau program Kampung Sejahtera di desa Kohod, kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Sejahtera melakukan sejumlah persiapan. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dukungan program dari masing-masing kementerian dan lembaga.

Sebelumnya, Pokja Kampung Sejahtera beberapa kali telah mengadakan pertemuan khusus dengan agenda yang sama. Namun untuk mematangkan persiapan kunjungan Ibu Negara dibutuhkan pertemuan tahap akhir dengan pokok pembahasan yang lebih spesifik. Oleh sebab itu, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri selaku koordinator program Kampung Sejahtera pada Selasa, (9/5/2017) mengundang perwakilan masing-masing kementerian/lembaga untuk menghadiri rapat koordinasi yang digelar di Swiss-Bellhotel Airport, Jalan Husein Sastranegara Tangerang, Banten.

Rapat dibuka secara langsung oleh Plt Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Diah Indrajati. Dalam sambutannya, Diah mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya yang sudah dilakukan di Bangda beberapa waktu lalu. “Jadi ini kesempatan terakhir kita untuk proses checking terhadap program-program yang masuk ke desa Kohod. Apalagi kita juga kedatangan tim baru yaitu dari IPDN yang sudah bekerja juga di lapangan,” ungkap Diah.

Lebih lanjut, Diah menekankan agar Pokja Kampung Sejahtera memerhatikan dengan seksama site plan yang sudah dibuat oleh tim dari Universitas Gadjah Mada. Hal tersebut penting mengingat dukungan program dari masing-masing kementerian/lembaga untuk program Kampung Sejahtera di desa Kohod harus sejalan dengan site plan. “Mohon dicek satu-satu agar semua program dapat mengikuti site plan yang sudah dibuat. Nanti ketika kunjungan Ibu Negara ke desa Kohod kita akan mengarahkan sesuai dengan site plan tersebut,” imbuh Diah.

Pada akhir sambutan, Diah berharap semua pihak dapat memberikan dukungan penuh terutama dari pemerintah kabupaten Tangerang untuk menyukseskan program Kampung Sejahtera di desa Kohod. Kata Diah, desa Kohod hanya satu dari sekian banyak desa yang mendapatkan perhatian khusus dari OASE. Ke depannya kita memiliki tantangan untuk membuat profil desa yang sama untuk desa-desa yang ada di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Diah juga berharap melalui program Kampung Sejahtera, masyarakat dapat merasakan hadirnya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya di wilayah pedesaan.

Sedianya, Ibu Negara akan dijadwalkan berkunjung ke desa Kohod pada Selasa, (16/5/2017). Namun jadwal tersebut dialihkan hingga ada keputusan terbaru mengenai jadwal kunjungan Ibu Negara ke desa Kohod, kecamatan Pakuhaji, kabupaten Tangerang, Banten. Informasi terkini, Ibu Negara dijadwalkan akan berkunjung ke desa Kohod setelah Ramadan. Kendati jadwalnya belum ditetapkan, Pokja Kampung Sejahtera terus bekerja untuk merampungkan program-program yang sudah mereka jalankan. Harapannya semua program yang sudah direncanakan berjalan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti. [Mahfud Achyar]  

 

about author

Link Terkait