( 22-February-2018 ) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Evaluasi Penanganan Pengaduan Subsidi Listrik di Tepat Sasaran Daerah | ( 19-February-2018 ) Kortekrenbang 2018 Akan Dilaksanakan di Yogyakarta dan Mataram | ( 07-February-2018 ) Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Listrik di Wilayah 3T | ( 02-February-2018 ) DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Konsultasi Bahas Kejadian Luar Biasa di Asmat Papua | ( 16-January-2018 ) 171 Daerah Pilkada Serentak 2018 Wajib Menyusun KLHS RPJMD, Ditjen Bina Bangda Siap Mendampingi | ( 16-January-2018 ) Mendagri Launching Program Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Tahun 2018 |



JAKARTA - Forum & Expo Inovasi Indonesia 2017 merupakan kegiatan nasional pertama di Indonesia yang mengangkat isu inovasi dan kolaborasi para pemangku kepentingan di daerah dalam pencapaian 17 tujuan SDGs (Sustainable Development Goals). Kegiatan ini diselenggarakan oleh YIPD, APPSI, APKASI, APEKSI, UCLG-ASPAC, UNDP, ICLEI serta mendapat dukungan dari Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Dodi Riyatmadji, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri pada jumpa pers yang diselenggarakan di Gedung B, Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara (11/7/2017) menyampaikan acara tersebut nantinya dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 19 hingga 21 Juli 2017, yang menghadirkan para kepala daerah yang diharapkan menjadi sumber inspirasi guna mendorong meluasnya praktik inovatif di berbagai daerah.

Sementara itu, Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Diah Indrajati menyampaikan peran Ditjen Bina Pembangunan Daerah dalam mendukung tercapainya 17 tujuan SDGs. Ia mengatakan Ditjen Bina Pembangunan Daerah telah melakukan tugas pokok dan fungsinya dalam mengawal pelaksanaan urusan yang sudah menjadi kewenangan pemerintahan daerah dan bagaimana aktualisasinya terhadap pembangunan di daerah.

Lebih lanjut, Diah juga mengatakan pada tingkat pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan beberapa program-program orientasi kepada setiap kepala daerah dan DPRD provinsi/kabupaten/kota mengenai kebijakan-kebijakan strategis di tingkat nasional yang memuat tujuan pembangunan berkelanjutan yang nantinya harus diaktualisasikan dan dilaksanakan di daerah. "Kami berharap pembangunan berkelanjutan dimaknai dan dipahami sebagai suatu pembangunan yang fokusnya untuk pemenuhan hak-hak masyarakat". ujar Diah.

SDGs sebagai kelanjutan MDGs merupakan program bersama pemerintah, swasta dan lembaga swadaya masyarakat dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, memberikan ruang kepada pekerja perempuan untuk berkontribusi, penyediaan air minum serta menuntaskan kekurangan gizi pada anak. Untuk itu, pada Forum dan Expo Indonesia 2017 yang mengusung tema "Kaloborasi Pemerintah Daerah untuk Pencapaian SDGs," diharapkan terwujudnya peran aktif para pemimpin daerah sebagai pembuat kebijakan dalam memimpin pelaksanaan SDGs di tingkat lokal sebagai sumber inspirasi dengan kebijakannya yang inovatif.

"Kita harus bekerja dengan cara yang inovatif dan berkelanjutan, melalui pendekatan aneka pemangku kepentingan guna mencapai seluruh tujuan dan target SDGS, terutama menghapus kemiskinan," ujar Erna Witoelar, Pendiri Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah (YIPD).
Siprianus Bate Soro, Head of Government Unit UNDP mengapresiasi pemerintah Indonesia yang menjadikan SDGs sebagai salah satu fokus pembangunan nasional. Indonesia merupakan salah satu negara pertama di Asia Pasifik yang berhasil menerjemahkan tujuan pembangunan perubahan itu ke dalam RPJMN. Dari 241 indikator SDGs, 87 ada dalam RPJMN.

Forum dan Expo Inovasi Indonesia 2017 terdiri dari dua kegiatan utama, yakin forum dan expo. Kegiatan forum terdiri dari empat sesi pleno yang membahas inovasi dan dibagi berdasarkan empat kelompok besar SDGs serta tiga sesi pararel dimana tiap sesinya memiliki empat sesi panel berupa sharing and learning, dan workshop. Sedangkan kegiatan expo terdiri dari pemaparan program atau upaya inovatif dari kementerian/lembaga di tingkat nasional dan sub-nasional. Seperti inovasi di bidang teknologi, ekonomi kreatif, konservasi, restorasi lingkungan, dan pelayanan dasar. (AF)

about author

Link Terkait