( 22-February-2018 ) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Evaluasi Penanganan Pengaduan Subsidi Listrik di Tepat Sasaran Daerah | ( 19-February-2018 ) Kortekrenbang 2018 Akan Dilaksanakan di Yogyakarta dan Mataram | ( 07-February-2018 ) Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Listrik di Wilayah 3T | ( 02-February-2018 ) DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Konsultasi Bahas Kejadian Luar Biasa di Asmat Papua | ( 16-January-2018 ) 171 Daerah Pilkada Serentak 2018 Wajib Menyusun KLHS RPJMD, Ditjen Bina Bangda Siap Mendampingi | ( 16-January-2018 ) Mendagri Launching Program Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Tahun 2018 |


KABUPATEN TANGERANG, BANTEN – Rabu, (2/7/2017) barangkali merupakan hari yang sangat spesial bagi warga desa Kohod, kecamatan Pakuhaji, kabupaten Tangerang, Banten. Betapa tidak, desa mereka dikunjungi untuk pertama kalinya oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo yang didampingi oleh istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Mufidah Jusuf Kalla. Selain itu, para istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) yang diketuai oleh Erni Guntarti Tjaho Kumolo serta para pejabat lintas kementerian/lembaga non kementerian, pemerintah daerah provinsi Banten dan kabupaten Tangerang juga turut hadir dalam rombongan.

Kunjungan Ibu Negara ke desa Kohod tentu dengan suatu alasan yang khusus. Pasalnya, desa Kohod terpilih sebagai desa yang dijadikan pilot project program Kampung Sejahtera. Kampung Sejahtera merupakan program yang digagas oleh OASE Kabinet Kerja yang melibatkan tidak kurang dari 14 kementerian/lembaga non kementerian, pemerintah provinsi Banten, pemerintah kabupaten Tangerang, serta pihak swasta dan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam penataan desa Kohod, baik fisik maupun non fisik. Sinergi lintas stakeholders dalam rangka Kampung Sejahtera diharapkan dapat membangun profil desa Kohod yang mampu meningkatkan kualitas hidup warganya.

Pagi itu, Ibu Negara beserta rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 WIB. Dua buket bunga diserahkan kepada Ibu Iriana dan Ibu Mufidah sebagai tanda kasih dari warga desa Kohod. Selanjutnya, rombongan pun melewati karpet merah yang pada sisi kiri berdiri papan informasi mengenai program-program yang sudah dijalankan di desa Kohod. Ibu Negara membaca dengan seksama informasi demi informasi yang menunjukkan telah terjadi perubahan di desa Kohod.

Jika ditelisik lebih jauh, sebelum adanya intervensi program Kampung Sejahtera di desa Kohod, desa yang keberadaannya takjauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini memiliki persoalan yang kompleks. Berdasarkan hasil kajian dan pemetaan yang dilakukan oleh Tim Kajian dari UGM, terdapat sedikitnya enam permasalahan utama yang dihadapi desa Kohod, antara lain: 1) legal kepemilikan tanah, 2) perumahan dan kawasan permukiman; 3) fasilitas umum dan fasilitas sosial; 4) kelembagaan; 5) sumber daya, serta 6) sosial budaya. Menyoal keenam permasalahan tersebut, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan perusahaan (program CSR) saling bahu membahu mewujudkan desa Kohod sebagai desa yang sejahtera yang digagas sejak tahun 2016.

Kendati memiliki berbagai permasalahan, nyatanya desa Kohod juga memiliki potensi-potensi yang patut untuk dikembangkan, antara lain: 1) demografi usia penduduk produktif; 2) sebagai daerah pesisir yang memiliki kekayaan sumber daya hayati, sumber daya non hayati, dan sumber daya buatan; 3) mulai bergeraknya lembaga mikro unit desa seperti koperasi tingkat desa; 4) budidaya dan pengolahan hasil sumber daya laut; 5) memiliki kegiatan industri rumah tangga yang dapat dikembangkan sebagai sentra industri; 6) pertanian dan perikanan sebagai mata pencaharian andalan masyarakat; 7) budidaya dan pengolahan hasil kebun; serta 8) banyaknya perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang pembuatan kapal wisata. Potensi bertemu dengan peluang, maka lahirlah sebuah perubahan.

Selama kurun waktu dua tahun ke belakang, jelas telah banyak perubahan di desa Kohod. Hal tersebut tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik yang masif namun juga pengembangan sumber daya manusia warga desa Kohod itu tersendiri. Bagi yang pernah sebelumnya ke desa Kohod tentu dapat menilai bahwa kini desa Kohod telah bersolek, semakin elok dipandang. Ibu Iriana pun tampak antusias menanyakan program-program yang telah berhasil dijalankan di desa Kohod, salah satunya pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayuran. Tidak hanya itu, Ibu Iriana juga takjub dengan pengembangan teknologi hidroponik, pemanfaatan barang bekas menjadi barang yang bernilai rupiah, serta berbagai program lain yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selama kunjungan di desa Kohod, takjarang Ibu Iriana bertegur sapa dan bersalaman dengan warga desa Kohod. Potret yang demikian seakan-akan menegaskan bahwa memang tidak ada tidak ada jarak antara Ibu Negara dengan warganya. Barangkali kunjungan Ibu Negara ke desa Kohod kemarin akan selalu diingat baik oleh warga desa Kohod sebagai kunjungan yang spesial, kunjungan yang mungkin tidak akan terlupakan.

Usai program Kampung Sejahtera di desa Kohod, selanjutnya pemerintah akan mereduplikasi program yang sama untuk dijalankan di Kalimantan Utara dan Nusa Tenggara Timur. Melalui program Kampung Sejahtera, pemerintah berharap agar masyarakat dapat merasakan hadirnya kembali negara guna mewujudkan janji kemerdekaan Indonesia. [Mahfud Achyar]

 

Dokumentasi kegiatan:

  

 

 

 

about author

Link Terkait