( 22-February-2018 ) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Evaluasi Penanganan Pengaduan Subsidi Listrik di Tepat Sasaran Daerah | ( 19-February-2018 ) Kortekrenbang 2018 Akan Dilaksanakan di Yogyakarta dan Mataram | ( 07-February-2018 ) Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Listrik di Wilayah 3T | ( 02-February-2018 ) DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Konsultasi Bahas Kejadian Luar Biasa di Asmat Papua | ( 16-January-2018 ) 171 Daerah Pilkada Serentak 2018 Wajib Menyusun KLHS RPJMD, Ditjen Bina Bangda Siap Mendampingi | ( 16-January-2018 ) Mendagri Launching Program Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Tahun 2018 |


JAKARTA – Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri menganugrahkan Swasti Saba (anugrah bagi kawasan sehat) kepada 122 kabupaten/kota dan 3 provinsi sebagai Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat terbaik yakni provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Anugrah Swasti Saba diserahkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek serta didampingi oleh Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo dan Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Diah Indrajati bertempat di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri pada Senin, (28/11/2017).

Menkes Nila Farid Moeloek mengatakan anugrah Swasti Saba merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap pelaksanaan program Kabupaten/Kota Sehat atau KKS. Menurutnya, daerah yang menerima penghargaan berhasil mendorong masyarakat untuk berperan secara aktif, baik sebagai subjek maupun sebagai objek pembangunan kesehatan. Tidak hanya itu, masyarakat juga berperan sebagai agen perubahan. “Tapi saya tekankan penghargaan ini bukan merupakan tujuan utama,” tegas Nila Farid Moelek.

Lebih jauh, Menkes berharap koordinasi lintas sektor pemerintahan, pemangku kepentingan, dan masyarakat dapat dilakukan secara berkesinambungan dan pembangunan berwawasan kesehatan dan lingkungan. “Kesehatan itu sendiri adalah investasi di masa yang akan datang. Maka sudah menjadi kewajiban semuanya untuk menjadikannya lebih berkualitas sehinga kesehatan yang berkualitas itu menjadi modal pembangunan,” imbuh Nila.

Sementara itu, Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Diah Indrajati menambahkan bahwa penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat dilaksanakan setiap dua tahun sekali yang terdiri dari tiga kategori, yaitu Padapa (Pemantapan), Wiwerda (Pembinaan), dan Wistara (Pengembangan).

Untuk tahun 2017, ada 173 kabupaten/kota dari 26 provinsi yang mengikuti penyelenggaraan pemberian penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat. Hasilnya, terpilih 122 kabupaten/kota yang ditetapkan oleh Tim Pembina KKS Pusat sebagai penerima penghargaan Swasti Saba 2017.

Dari 122 kabupaten/kota yang lolos bedah dokumen dan verifikasi lapangan, selanjutnya dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu 1) kategori Swasti Saba Wistara sebanyak 61 kabupaten/kota; 2) kategori Swasti Saba Wiwerda sebanyak 42 kabupaten/kota; dan 3) kategori Swasti Saba Padapa sebanyak 19 kabupaten/kota.

Lebih lanjut, Diah mengatakan keterlibatan Kementerian Dalam Negeri selama pelaksanaan KKS, mulai dari melakukan bedah dokumen, verifikasi lapangan, hingga menetapkan hasil bagi daerah yang akan mendapat penghargaan Swasti Saba. [Mahfud Achyar]

Sumber: Puspen Kemendagri

about author

Link Terkait