( 21-September-2018 ) Pertemuan Pusat Dan Daerah Dalam Rangka Penerapan Spm Urusan Pemerintahan Bidang Trantibumlinmas Ke Dalam Dokumen Perencanaan Daerah Tahun Anggaran 2018 | ( 31-August-2018 ) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Lombok | ( 10-August-2018 ) Selamat Tim Basket Ditjen Bina Pembangunan Daerah! | ( 07-August-2018 ) Pemerintah Jajaki Peluang Kerja Sama untuk Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral | ( 03-August-2018 ) Reuni Ditjen Bina Bangda: Napak Tilas dari Merdeka Utara, Keramat Raya, hingga Kalibata | ( 02-August-2018 ) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Dukung Kerja Sama Investasi antara Badan Koordinasi CSR Nasional (BKCN) dengan Korea Sinzisikin Association (KSA) |


MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro membuka Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Kortekrenbang) 2018 regional 2 yang meliputi wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua pada Selasa, (6/3/2018) di Lombok Raya Hotel, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya, Kortekrenbang regional 1 yang meliputi wilayah Sumatera, Jawa dan Bali telah dilaksanakan selama lima hari sejak Senin, (26/2/2018) hingga Jumat, (2/3/2018) di Rich Hotel Yogyakarta.

Pada sambutannya, Bambang mengatakan bahwa Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) merupakan tahapan yang harus dilalui oleh pemerintah daerah untuk perencanaan tahun 2019, terutama Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Kami harapkan nantinya partisipasi sejumlah provinsi yang hadir dapat membuat RKPD yang jauh lebih baik. Namun hal yang jauh lebih penting yaitu Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di tingkat pusat diharapkan dapat sinkron dengan apa yang sudah menjadi rencana dari daerah,” kata Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa selama empat tahun terakhir pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla fokus terhadap pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah yang tepat mengingat kondisi infrastruktur di Indonesia sudah sangat ketinggalan.

“Jadi bukan kurang melainkan ketinggalan. Ketinggalannya seperti apa? Jika kita melihat nilai infrastruktur terhadap Produk Domesti Bruto (PDB) suatu negara, nilai infrastruktur Indonesia terhadap PDB pada tahun 2017 kemarin hanya mencapai 32%. Padahal, rata-rata negara di dunia infrastrukturnya sudah mencapai 70%. Nah, 32% menuju 70% itu bedanya sangat jauh. Artinya, kita ketinggalan jauh,” imbuh Bambang.

Untuk itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintah untuk terus didorong sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Bambang menyebutkan bahwa infrastruktur yang dimaksud bukanlah infrastrukur komersial seperti jalan tol atau pembangkit listrik melainkan infrastruktur dasar seperti jalan arteri, air bersih, maupun infrastruktur dasar lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

“Infrastruktur dasar menjadi hal yang harus kita kejar karena hanya dengan infrastruktur kita dapat mendorong pembangunan manusia yang kuat. Pembangunan manusia sekarang mulai menjadi fokus pemerintah saat ini,” tandas Bambang.

Selain pembangunan manusia, prioritas pemerintah lainnya yaitu pengurangan kesenjangan antarwilayah; peningkatan nilai tambah ekonomi; pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air; serta stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan Pemilu.

Pembukaan Kortekrenbang 2018 regional 2 juga dihadiri oleh Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Diah Indrajati dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi. [Mahfud Achyar]

about author

Link Terkait