( 24-July-2019 ) Pemerintah Sosialisasikan Peraturan Presiden 21/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri | ( 22-July-2019 ) Indonesia Development Forum 2019 Dorong Pendekatan Baru Hadapi Tantangan Pembangunan Indonesia | ( 19-July-2019 ) Kemendagri Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Dinamika Polemik Pemerintah Kota Tangerang dengan Kemenkumham | ( 19-July-2019 ) Pertemuan Pusat Dan Daerah Dalam Rangka Asitensi Dan Supervisi Daerah Dalam Pengintegrasian Indikator Pelayanan Dasar Bidang Trantibumlinmas Kedalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah | ( 18-July-2019 ) Entry Meeting Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Dan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Dalam Negeri Tahun 2019 | ( 18-July-2019 ) Kunci Kesuksesan Pembangunan Daerah: Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran |

JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Muhammad Hudori menjadi inspektur upacara dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 pada Senin, (20/5/2019) di lapangan utama Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan.

Di hadapan peserta upacara, Hudori menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berkaitan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 yang mengangkat tema “Bangkit untuk Bersatu”.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Pemuda. Kita berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang mengurasi energi dan emosi sebagian masyarakat kita. Kita mengapresiasi pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu, tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” tulis Menkominfo Rudiantara.

Rudiantara juga mengingatkan agar momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat untuk menghidupi persatuan bangsa yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya. “Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara yaitu gotong-royong,” imbuhnya.

Semangat gotong-royong pernah diserukan Presiden Joko Widodo pada pidato di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia pada 2018 lalu. “Dari tanah Minang kita diimbau dengan petuah ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’. Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi 'Sacangreud pageuh, sagolek pangkek’. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar ‘Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. Dari Bumi Gora, kita diminta: ‘Bareng bejukung, bareng bebose’. Dari Banua Banjar kita bersama-sama menjunjung ‘Waja sampai kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong,” pesan Presiden Joko Widodo.

Pada penghujung sambutan, Rudiantara mengucapkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111. “Seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global,” tutup Rudiantara. [Mahfud Achyar]

about author