Judul Kosong

Dipublikasikan oleh : MA

BANDUNG – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah membuka secara resmi acara pelatihan manajemen proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) di Bandung pada Kamis, (28/11/2019).

Pada kesempatan itu, Hudori mengatakan berdasarkan RPJMN teknokratik 2020-2024, pemerintah menargetkan peningkatan produksi padi sebesar 61 juta ton  pada 2020 hingga mencapai 68.6 juta ton pada 2020. Sedangkan target produksi pada 2019 sebesar 82.1 juta ton. “Terjadi penurunan target produksi dibandingkan target tahun sebelumnya. Hal ini didasarkan atas pertimbangan penyesuaian terhadap data luas lahan baku sawah saat ini yaitu seluas 7.105.145 hektar berdasarkan ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN No. 338 tahun 2018 tanggal 8 Oktober 2018,” ungkap Hudori.

Kondisi tersebut, lanjut Hudori, menuntut perlunya mengoptimalkan lahan serta memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk meningkatkan produktifitas lahan. Hudori menilai peran penting manajemen untuk mengatur sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan.

“Untuk itu, pelatihan manajemen proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) diharapkan dapat mendukung target pembangunan nasional. Melalui konsep pendekatan yang mengintegrasikan antarsektor dan antarlevel pemerintahan serta menitikberatkan pada peningkatan produksi pertanian melalui pengelolaan irigasi partisipatif menjadi satu miniatur bagaimana pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi seharusnya berjalan demi tercapainya peningkatan produktifitas pertanian,” ungkap Hudori.

Hudori juga mengatakan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan panduan-panduan pelaksanaan kegiatan untuk mendukung suksesnya program IPDMIP seperti Pemantauan dan Penilaiaan Kinerja Imigrasi (KOMIR), Penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK) dan Pendamping Masyarakat Petani TPM.

Hudori berharap panduan-panduan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, baik lembaga pengelola irigasi dan pengguna irigasi lainnya maupun di tingkat jajaran PPMU/KPMU sebagai manajemen unit pelaksanaan program di daerah. “Saya berharap Program IPDMIP dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan target dan tujuan yang sudah ditentukan,” pungkas Hudori. [Mahfud Achyar]