Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Siapkan Beberapa Panduan untuk Pelaksanaan IPDMIP

Dipublikasikan oleh : MA

JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni menghadiri rapat koordinasi Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) yang dilakukan secara daring, Selasa (17/11/2020).

Pada kesempatan itu, Hari Nur Cahya Murni menghimbau pemerintah provinsi dan kabupaten agar dapat mengembangkan inovasi pertanian dan mendorong lahirnya petani milenial. Hal tersebut bertujuan sebagai salah satu upaya transformasi pertanian sehingga dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil pertanian.

Lebih lanjut, Hari Nur Cahya Murni menyampaikan data dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian pada September 2020 yang mencatat jumlah petani muda di Indonesia yang berusia 20-30 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang atau sekitar 8 persen dari total jumlah petani Indonesia yang mencapai 33,4 juta orang.

Sementara itu, Institut Pertanian Bogor juga mengeluarkan pernyataan yang menyebut Indonesia berpotensi mengalami krisis petani karena petani yang saat ini masih beraktivitas sudah mendekati usia 56 tahun sehingga usaha pertanian menjadi tidak optimal.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama dan berkolaborasi dalam memajukan sektor pertanian ke depan. Pertanian merupakan sektor strategis yang mengedepankan kepentingan bersama dalam pilar berbangsa dan bernegara,” kata Hari Nur Cahya Murni.

Selain itu, Hari Nur Cahya Murni juga berharap hal tersebut dapat menyokong tercapainya kesetaraan gender yang dicanangkan dalam RPJPN 2005-2025 dan RPJMN 2020-2024 sehingga dapat berkompetisi dalam persaingan pembangunan ekonomi dunia secara global.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada November 2020 telah merilis pertumbuhan ekonomi triwulan 3 tahun 2020 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) berbagai sektor. “Pada rilisnya, BPS mencatat hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif yakni sebesar 2,15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mendominasi industri pengelohan lapangan usaha sebesar 14,68 persen,” imbuh Hari Nur Cahya Murni.

Berkaitan dengan pelaksanaan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dan National Program Implementation Unit (NPIU), Hari Nur Cahya Murni mengatakan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri bertugas dan bertanggung jawab meningkatkan kemampuan SDM dalam memperkuat koordinasi, monitoring, dan evaluasi capaian IPDMIP, baik di tingkat provinsi (PPMU) maupun di tingkat kabupaten (KPMU).

“Pada pertemuan ini, kita akan melakukan evaluasi pelaksanaan 2020; menetapkan solusi dari segala permasalahan yang ada selama IPDMIP berjalan tahun 2018-2020; menentukan strategi percepatan 2021, termasuk memperkuat peran Bappeda sebagai Project Management Unit (PMU) pada tahun kritis yaitu 2021 yang menjadi tahun terakhir pelaksanaan fisik IPDMIP,” ungkap Hari Nur Cahya Murni.

Sebagai salah satu implementing unit, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, kata Hari Nur Cahya Murni, telah menyiapkan beberapa panduan pelaksanaan kegiatan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan IPDMIP antara lain: panduan pemantauan dan penilaian kinerja Komisi Irigasi (Komir), panduan penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK), panduan pendampingan tenaga Pendamping Masyarakat Petani (TPM), termasuk menerapkan sistem informasi Komir dan sistem informasi PSETK sebagai bagian dari digitalisasi data dan sistem pelaporan IPDMIP.

“Panduan-panduan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, baik lembaga pengelola irigasi dan pengguna irigasi lainnya maupun di tingkat jajaran PPMU/KPMU sebagai manajemen unit pelaksanaan program di daerah secara berkelanjutan,” kata Hari Nur Cahya Murni. [Mahfud Achyar]