Program FMSRB Tingkatkan Kesiapan Daerah dalam Mengelola dan Mengurangi Risiko Banjir

Dipublikasikan oleh : MA

JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni menyampaikan data  yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut hingga September 2020, tercatat jumlah kejadian bencana alam di Indonesia sebanyak 1.944 kejadian.

Hal itu ia sampaikan pada Rapat Koordinasi Program Flood Management in Selected Rivers Basins (FMSRB) di Ibis Styles Bekasi, Rabu (18/11/2020). Pada kesempatan itu, Hari Nur Cahya Murni tidak dapat hadir langsung sehingga sambutan disampaikan secara virtual melalui video conference.

Lebih lanjut, Hari Nur Cahya Murni mengatakan becana sepanjang tahun 2020 didominasi oleh banjir, puting beliung, dan tanah longsor. “Bencana-bencana tersebut menimbulkan dampak kerugian yang tidak sedikit. Tercatat korban meninggal dunia sebanyak 296 jiwa, luka-luka 422 jiwa, hilang 24 jiwa, dan harus mengungsi 3.871.567 jiwa,” ungkap Hari Nur Cahya Murni.

Pemerintah, kata Hari Nur Cahya Murni, pada dasarnya menyadari dan telah menetapkan serta melaksanakan kebijakan adaptasi dan mitigasi bencana sejak lama. “Landasan yang kuat sebagai acuan telah ditetapkan agar pelaksanaannya berjalan efektif dan efisien,” imbuh Hari Nur Cahya Murni.

Melalui Program FMRSB, Hari Nur Cahya Murni menilai dapat meningkatkan kesiapan daerah maupun masyarakat dalam mengelola dan mengurangi risiko bencana. “Diharapkan dapat menjadi contoh bencana secara terpadu yang melibatkan peran kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, masyarakat dan relawan Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB),” jelas Hari Nur Cahya Murni.

Menurut Hari Nur Cahya Murni, pengelolaan bencana alam FMSRB khususnya banjir, mendorong agar tidak hanya terfokus pada pembangunan struktural, melainkan juga berorientasi pada proses pengelolaan banjir secara terintegrasi yang merupakan perpaduan antara intervensi nonstruktural, peningkatan kapasitas dan kelembagaan serta kegiatan konstruksi untuk mitigasi dampak negatif banjir.

Hari Nur Cahya Murni menekankan agar Program FMRSB dapat berjalan secara berkelanjutan. “Perencanaan dan penganggaran hendaknya tetap berjalan. Tidak hanya pada saat program dibiayai oleh PHLN maupun APBN, tetapi juga tetap teralokasi dalam APBD sehingga kegiatan-kegiatan yang telah berjalan tidak berhenti ketika alokasi anggaran PHLN maupun APBN selesai,” kata Hari Nur Cahya Murni.

Untuk memastikan hal tersebut, Hari Nur Cahya Murni menekankan agar perencanaan dan penganggaran sebagai dasar pelaksanaan kegiatan hendaknya berfokus pada aktivitas-aktivitas yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya berkaitan dengan bencana dan tersinkronisasi dengan baik antara kegiatan dengan melibatkan multistakeholder. [Mahfud Achyar]