Ditjen Bina Pembangunan Daerah Lakukan Evaluasi Kinerja Pelaksanaan DAK Fisik Tahun 2019

Dipublikasikan oleh : MA

JAKARTA – Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan rapat evaluasi kinerja pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2019 dan pelaksanaan DAK fisik tahun 2020 daerah yang dilakukan secara daring pada Kamis (22/10/2020).

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hari Nu Cahya Murni mengatakan Dana Alokasi Khusus atau yang disingkat DAK merupakan dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

“Peran Ditjen Bina Pembangunan Daerah dalam pengelolaan DAK, yaitu melakukan pembinaan terhadap perencanaan DAK dalam penyelenggarakan pembangunan daerah serta melakukan pembinaan berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah yang didanai oleh DAK,” jelas Hari Nur Cahya Murni.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sri Purwaningsih menambahkan sejak diluncurkan dalam agenda pembangunan nasional pada 2003 hingga saat ini, DAK telah mengalami perkembangan dan peningkatan, baik dari sisi besaran alokasi dan jenis serta jumlah bidang atau subbidang DAK fisik.

Berdasarkan Perpres Nomor 88 Tahun 2019, terdapat tiga jenis DAK fisik, yakni DAK fisik regular yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan pelayanan dasar (Standar Pelayanan Minimal); DAK fisik penugasan yang ditujukan untuk mendukung pencapaian prioritas nasional; dan DAK fisi afirmasi yang ditujukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar pada daerah perbatasan, kepulauan, tertinggal, dan transmigrasi.

Menurut Sri Purwaningsih, realisasi penyaluran DAK fisik dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke dalam Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan realisasi penyerapan berdasarkan pagu yang telah ditetapkan dalam PMK telah mencapai kisaran 80% hingga 90%. “Diharapkan agar output yang telah dihasilkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah,” ungkap Sri Purwaningsih. 

Evaluasi kinerja pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2019 dan pelaksanaan DAK fisik tahun 2020 dilakukan secara bergilir, mulai dari regional Sumatera, regional Maluku dan Papua, regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, dan regional Kalimantan. [Mahfud Achyar]