Program National Urban Water Supply Project Diharapkan Dapat Meningkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan Air Minum Perpipaan

Dipublikasikan oleh : MA

JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni menghadiri workshop evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam kebijakan pemenuhan layanan air minum di daerah, Kamis (26/11/2020).

Pada kesempatan itu, Hari Nur Cahya Murni menyampaikan data konsolidasi pagu indikatif di 34 provinsi pada RKPD Final Provinsi Tahun 2020 yang menunjukkan kontribusi pemerintah daerah terhadap target air minum dan air limbah nasional masih sangat rendah.

Sementara itu, kinerja BUMD air minum pada 2019 yang menunjukkan dari 380 BUMD penyelenggara SPAM, masih terdapat sebanyak 54 BUMD yang berstatus sakit dan 102 berstatus kurang sehat. “Kondisi ini menggambarkan bentuk pelayanan air minum perpipaan yang masih belum optimal,” kata Hari Nur Cahya Murni.

Mengingat kondisi pandemi seperti sekarang, lanjut Hari Nur Cahya Murni, berdampak bagi BUMD air minum. Selama ini, BUMD air minum sangat mengandalkan sistem tarif subsidi silang (cross subsidy) yang ikut terdampak dari sisi pendapatan. Sejumlah pelanggan potensial, seperti golongan industri dan niaga banyak berhenti operasi. Sebaliknya, pemakaian golongan rumah tangga dan sosial kian melonjak.

Selain itu, Hari Nur Cahya Murni menilai selama masa pandemi, BUMD air minum yang belum menerapkan tarif yang Full Cost Recovery (FCR) akan mengalami beban yang lebih besar. Solusi dari berbagai tantangan yang dihadapi BUMD air minum, salah satunya yaitu melalui Program National Urban Water Supply Project (NUWSP).

“NUWSP merupakan inisisasi penerapan kerangka NUWAS untuk meningkatkan akses air minum perkotaan di wilayah perkotaan dengan prioritas investasi bagi peningkatan akses air minum perpipaan di kota/kabupaten terpilih serta mendukung peningkatan kapasitas dan kinerja pemerintah daerah dan PDAM dalam menyelenggarakan SPAM,” jelas Hari Nur Cahya Murni.

Hari Nur Cahya Murni menambahkan target NUWSP sebanyak 12, juta SR akan berkontribusi pada pencapaian target nasional sambungan rumah dengan 30% melalui jaringan perpipaan. Di samping itu, penguatan kinerja PDAM sebagai salah satu fokus program dapat mendukung target nasional tahun 2024 di mana 100% PDAM dalam kondisi sehat.

“NUWSP memberikan kesempatan bagi Pemda untuk mendapatkan penguatan kapasitas dan juga infrastruktur untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang air minum,” imbuh Hari Nur Cahya Murni. [Mahfud Achyar]