A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable

Filename: controllers/Berita.php

Line Number: 25

Backtrace:

File: /var/www/bangda/application/controllers/Berita.php
Line: 25
Function: _error_handler

File: /var/www/bangda/index.php
Line: 315
Function: require_once

DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH

Plh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sri Purwaningsih Hadiri Musrenbang RKPD Sulawesi Tenggara Tahun 2022

Dipublikasikan oleh : MA

SULAWESI TENGGARA – Plh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sri Purwaningsih mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Sulawesi Tenggara tahun 2022 yang diselenggarakan selama dua hari, mulai Senin (19/4/2021) hingga Selasa (20/4/2021).

Pada kesempatan itu, Sri mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat membahas perencanaan pembangunan Sulawesi Tenggara tahun 2022 yang mempunyai arti penting dalam rangkaian penyusunan dokumen perencanaan tahunan daerah.

“Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan penajaman, penyelarasan, dan karifikasi atas program dan kegiatan yang diusulkan sehingga tercapai kesepakatan terhadap rancangan RKPD Sulawesi Tenggara tahun 2022,” kata Sri.

Sri mengingatkan arahkan Presiden Joko Widodo yang menyebut bahwa RPJMN menjadi panduan dan rencana dalam melangkah ke depan menuju Indonesia Maju dan RPJMN juga memuat peta jalan dan pencapaian target yang sudah ditetapkan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 yang ditetapkan pada 17 Januari 2020, terdapat penjabaran visi dan misi presiden melalui lima arahan yaitu, pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi yang dituangkan dalam tujuh agenda pembangunan.

Tahun 2020, kata Sri, diharapkan menjadi tahun pertama komitmen bagi Indonesia untuk lepas dari tekanan Covid-19 serta merupakan kunci pemantapan pemulihan ekonomi. Pemerintah telah merencanakan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 yaitu, “Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural” serta tujuh prioritas nasional, antara lain: 1) memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan; 2) mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan; 3) meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing; 4) revolusi mental dan pembangunan kebudayaan; 5) memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar; 6) membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim; serta 7) memperkuat stabilitas Polhukam dan transformasi pelayanan publik.

Adapun sasaran pembangunan yang direncanakan dalam rancangan awal RKP tahun 2022 yaitu,  1) pertumbuhan ekonomi (5,4-6,0); 2) tingkat pengangguran terbuka (5,5%-6,2%); 3) rasio gini (0,376-0,378); 4) indeks pembangunan manusia (73,44-73,48); 5) penurunan emisi gas rumah kaca (26,8%-27,1%); 6) nilai tukar petani (102-104), nilai tukar nelayan (102-105); dan 7) tingkat kemiskinan (8,5-9,0%).

“Untuk wilayah Sulawesi, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,9%-7,6% dan tingkat kemiskinan 9,7% serta tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,3%-4,5%. Sementara untuk pengembangan wilayah Sulawesi tahun 2020 berkaitan dengan Sulawesi Tenggara yaitu, koridor pertumbuhan Kota Kendari dan destinasi prioritas pariwisata Wakatobi,” jelas Sri.

Sementara itu, untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional, pemerintah Sulawesi Tenggara telah mengusulkan proyek pembangunan (major project) kepada pemerintah pusat melalui Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) tahun 2021 yang disetujui sebanyak 30 usulan dengan rincian enam usulan yang diakomodir dan 24 usulan dibahas lebih lanjut.

Sri menekankan agar penentuan target dalam RKPD tahun 2022 Sulawesi Tenggara harus berpedoman pada target makro yang nantinya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022. Untuk target makro Sulawesi Tenggara yang termuat dalam rancangan awal RKPD yaitu, pertumbuhan ekonomi 4,0-5,0%, tingkat kemiskinan 10,0-11,0% dan pengangguran terbuka 4,0-4,5%.

Sri mengapresiasi pemilihan tema RKPD 2022 Sulawesi Tenggara yaitu, “Memperkuat Upaya Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural Melalui Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”, telah mendukung tema RKP nasional tahun 2022 yaitu, “Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”.

Sri berharap kepada pimpinan dan anggota DPRD dan seluruh pemangku kepentingan lainnya yang hadir pada Musrenbang RKPD Sulawesi Tenggara tahun 2022 dapat menyampaikan saran dan masukan agar RKPD Sulawesi Tenggara tahun 2020 selaras dengan rancangan RKP tahun 2022.

“Hanya dengan komitmen yang tinggi dan kerja sama yang melibatkan seluruh kelompok dan lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara diharapkan tujuan pembangunan Sulawesi Tenggara dapat tercapai dan bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” pungkas Sri. [Mahfud Achyar]