Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), Upaya Meningkatkan Efisiensi Irigasi Melalui Pendekatan Modernisasi Berbasis Partisipatif

Dipublikasikan oleh : MA

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – Plh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Sri Purwaningsih, membuka rapat koordinasi pelaksanaan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Komponen A Tahun Anggaran 2021 yang diselenggarakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar selama empat hari, mulai Rabu (2/6/2021) hingga Sabtu (5/6/2021). 

Pada kesempatan itu, Nining mengatakan SIMURP merupakan salah satu kegiatan yang dikembangkan oleh pemerintah dalam menangani masalah infrastruktur, kelembagaan, sistem informasi dan manajemen yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi irigasi melalui pendekatan modernisasi berbasis partisipatif. 

“Kegiatan SIMURP dilaksanakan pada areal sistem irigasi nasional seluas 100.000 hektar di 14 daerah irigasi di sembilan B/BWS terpilih yang tersebar dalam delapan provinsi dan 176.000 hektar pada sistem irigasi nasional terpilih, yaitu DI Jatiluhur. Secara keseluruhan, kegiatan SIMPURP hampir mencapai sebesar 67 persen dari luasan sistem irigasi nasional yang menjadi kewenangan pusat,” kata Nining.

Lebih lanjut, Nining mengatakan National Program Implementation Unit (NPIU) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri memilikin peran strategis dalam mendukung keberhasilan proyek SIMURP yaitu, melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan program irigasi yang di daerah.

Selain itu, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri berkoordinasi dengan Ditjen SDA KemenPUPR berkaitan dengan penguatan kelembagaan serta memberikan pelatihan kepada Dinas PU Provinsi dan kabupaten serta P3A/GP3/IP3A. 

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Iwan Kurniawan, menambahkan rapat koordinasi pelaksanaan SIMURP Komponen A merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan kegiatan Proyek SIMURP yang merupakan salah satu bentuk implementasi dari penerapan lima pilar dalam konsep modernisasi irigasi di Indonesia, yaitu keandalan penyediaan air, peningkatan atau revitalisasi prasarana irigasi, manajemen irigasi, penguatan lembaga pengelola irigasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia. 

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan koordinasi pelaksanaan Proyek SIMURP yang telah berjalan hampir satu semester ini. Hal ini untuk melihat sejauh mana Proyek SIMURP yang telah berjalan secara baik dan apakah proyek ini berjalan sesuai dengan program kerja dan target yang telah ditetapkan,” jelas Iwan. 

Kasubdit Pekerjaan Umum Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Indra Maulana Syamsul Arief mengatakan rapat koordinasi tersebut digelar secara hybrid tersebut (daring dan luring) diikuti oleh peserta pusat yang terdiri dari  Kemendagri, KemenPPN/Bappenas, KemenPUPR, Kementan, serta konsultan pusat.

Sementara untuk peserta daerah terdiri dari Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Hadir juga Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Indramayu, Cirebon, Purworejo, Banjarnegara, Purbalingga, Jember, Katingan, Lombok Tengah, Takalar, Bone, Pangkajene Kepulauan, serta konsultan regional. 

“Melalui rapat koordinasi diharapkan terjadi peningkatan pemahaman, kesadaran, kemampuan, dan komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kualitas proyek SIMURP ke depan, sehingga proyek ini betul-betul dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pelayanan irigasi dan diharapkan mampu membangtu bagi peningkatan produktivitas petani di daerah,” pungkas Indra. [Mahfud Achyar]