Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sugeng Hariyono Hadiri Musrenbang Perubahan RPJMD Provinsi Riau Tahun 2019-2024

Dipublikasikan oleh : MA

JAKARTA – Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sugeng Hariyono mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau tahun 2019-2024 yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) pada Rabu (3/11/2021).                                                                

Pelaksanaan Musrenbang Perubahan RPJMD Provinsi Riau Tahun 2019-2024 diawali dengan sambutan sekaligus dibuka secara langsung oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar yang dilanjutkan dengan sambutan Menteri PPN/Kepala Bappenas yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Regional dan arahan Menteri Dalam Negeri yang diwakili Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah, serta penyampaian Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) oleh Ketua DPRD Provinsi Riau.

Forum tersebut juga dihadiri oleh beberapa unsur seperti, anggota DPRD, Forkopimda, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, akademisi, tokoh masyarakat dan agama, serta tokoh pemuda/organisasi kemasyarakatan di Provinsi Riau.

Gubernur Riau Syamsuar pada sambutannya mengatakan Musrenbang Perubahan RPJMD merupakan langkah pemerintah provinsi dalam rangka menghimpun berbagai masukan dan saran terhadap penajaman substansi Perubahan RPJMD Provinsi Riau tahun 2019-2024, terutama pada tataran tujuan, sasaran, dan target indikator pembangunan yang dilakukan perubahan lantara perubahan kebijakan nasional dan bencana nonalam pandemi Covid-19.

Syamsuar berharap seluruh pemangku kepentingan dan Perangkat Daerah yang hadir dapat berperan aktif serta bersungguh-sungguh untuk berpartisipasi dalam proses penyusunan Perubahan RPJMD Provinsi Riau tahun 2019-2024.

Sementara itu, penyelarasan Perubahan RPJMD Provinsi Riau tahun 2019-2024 dengan dokumen RPJMN tahun 2020-2024 pada lingkup target indikator makro pembangunan dan program prioritas nasional juga menjadi hal yang penting. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas pada sambutanya. Di sisi lain, Pemprov Riau juga perlu mempertimbangkan dampak positif bagi perekonomian Provinsi Riau akibat pelaksanaan dari berbagai major project seperti KI Tenayan, KI Tanjung Buton, Pembangunan Tol Sumatera dan sebagainya.

Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sugeng Hariyono juga mengatakan pelaksanaan Musrenbang Perubahan RPJMD Provinsi Riau 2022, terdapat beberapa hal yang diperhatikan dan ditindaklanjuti seperti, penyusunan substansi perencanaan yang khususnya berkaitan dengan upaya recovery akibat dampak pandemi Covid-19, mempertimbangkan hasil pengendalian dan evaluasi dalam dua tahun terakhir, serta memberikan perhatian dan prioritas pembangunan di daerah yang capaian indikator makronya masih relatif rendah.

Lebih lanjut, penyesuaian dan penajaman substansi indikator hasil (outcome) berdasarkan hasil pemutakhiran cascading dan pencapaian visi dan misi guburnur hingga 2024 juga menjadi urgensi yang perlu diperhatikan.

Tidak hanya itu, Pemprov Riau perlu merumuskan program prioritas dan sasaran pada tahun 2022 sebagai langkah awal keluar dari Middle Income Trap (MIT) melalui transformasi ekonomi dan pemulihan ekonomi daerah. Berkaitan dengan pemulihan ekonomi dimaksud, penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kepualauan Meranti serta isu lain yang berkaitan dengan konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Dumai, perlu menjadi fokus utama dan ditargetkan dapat terselesaikan pada tahun 2022.

“Melalui penyelenggaraan forum Musrenbang ini, Pemerintah Provinsi Riau diharapkan dapat lebih mengoptimalkan partisipasi masyarakat yang konstruktif untuk menyelesaikan isu-isu pembangunan yang ada di Provinsi Riau. Di sisi lain, prinsip-prinsip program dan kerangka pendanaan yang inovatif serta berkelanjutan juga dapat terinternalisasi dalam dokumen RPJMD Perubahan dimaksud sehingga pencapaian target-target pembangunan tahun 2024 di tingkat nasional dan Provinsi Riau dapat tercapai,” kata Sugeng.