Kontribusi Pelaksanaan Program Pamsimas Menunjukkan Tren Positif

Dipublikasikan oleh : MA

JAKARTA – Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sugeng Hariyono mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjadi keynote speaker  pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III Tahun 2021 yang diselenggarakan Kementerian PUPR pada Kamis (25/11/2021) di Auditorium Kementerian PUPR.

Pada sambutannya, Sugeng mengatakan upaya pemerintah dalam menyediakan akses layanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat sudah dimulai sejak 2008 melalui Program Pamsimas III yang telah berhasil dilaksanakan di 30.000 desa dengan penerima manfaat lebih dari 23,57 juta jiwa masyarakat yang memperoleh akses air minum layak dan 16,44 juta jiwa masyarakat yang memperoleh akses sanitasi layak.

“Pada 2020, persentase desa atau kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif sebesar 89,36%. Penerima manfaat ini memberikan kontribusi sebesar 58,05% dari capaian nasional sebesar 90,21% untuk air minum dan 65,50% dari capaian nasional sebesar 79,53% untuk sanitasi,” jelas Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng menambahkan Program Pamsimas III memberikan dampak yang cukup signifikan dalam pencapaian akses air minum dan sanitasi, khususnya yang berbasis masyarakat. “Capaian Key Performance Indicator (KPI) pemerintah daerah berkaitan dengan penyusunan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) hingga 2021 sudah mencapai 88,31%, peningkatan realisasi APBD pada bidang AMPL mencapai 68,69%, dan replikasi pendekatan Pamsimas di luar masyarakat sasaran sebesar 98,48%. Tren peningkatan APBD untuk bidang AMPL sejak 2016 terus mengalami peningkatan, walaupaun rata-rata total peningkatan masih sekitar 1,26%,” imbuh Sugeng.

Sugeng meminta pelaku Program Pamsimas, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa untuk bersama-sama berkomitmen untuk tetap mengarusutamakan pendekatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, meskipun sudah tidak dalam kerangka Program Pamsimas.

“Kontribusi pelaksanaan Pamsimas terhadap capaian penerapan SPM air minum dan air limbah menunjukkan tren yang positif, artinya dengan adanya Program Pamsimas kesadaran masyarakat akan kebutuhan air minum dan sanitasi semakin meningkat sehingga berimplikasi pada pencapaian SPM kabupaten di wilayah Program Pamsimas,” ungkap Sugeng.

Sebagai informasi, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) merupakan program kolaborasi antara Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Desa PDTT, yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayananair minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah perdesaan dan peri-urban.