Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) “Quo Vadis Angka Kematian Ibu Indonesia”

Dipublikasikan oleh : Administrator>
Dibaca Sebanyak 18 kali

JAKARTA - Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Zanariah menjadi panelis pada Webinar Diskusi Panel Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) dengan tema “Quo Vadis Angka Kematian Ibu Indonesia” yang dilaksanakan oleh POGI secara daring melalui Media Aplikasi Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube, Kamis (21/4/2022).

Sebelum sesi diskusi panel dimulai, Menteri PPPA Gusti Ayu menyampaikan terkait permasalahan tingginya AKI merupakan salah satu penyumbang tingkat kesetaraan gender yang diukur melalui Indeks Kesetaraan Gender (IKG).

Zanariah menyampaikan isu terkait peningkatan kualitas perempuan seperti sinergi lintas sektor terhadap pemberdayaan perempuan dalam digitalisasi yang lemah; diskriminasi dalam pengembangan usah; serta rendahnya keterlibatan perempuan di bidang politik dan ekonomi. 

Memperhatikan hal tersebut, Zanariah menekankan terkait adanya peluang yang dapat meningkatkan kualitas perempuan seperti penguatan kesetaraan gender dalam perumusan kebijakan; memperkuat peran perempuan dalam ekonomi; adanya kebijakan dan regulasi terkait peningkatan kualitas perempuan dan adaya komitmen dari pemangku kepentingan.

Zanariah juga menyampaikan salah satu dukungan Kemendagri yaitu dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Tentang Perencanaan dan Penganggaran Dalam Pencegahan dan Penanganan Kasus Terhadap Perempuan dan Anak dan Surat Menteri Dalam Negeri tentang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan. 

Kemendagri juga mendukung program percepatan penurunan AKI melalui Perencanaan Penganggaran Terintegrasi Kesehatan Reproduksi (PPT Kespro) di 5 Daerah Piloting yaitu Kabupaten Jember, Brebes, Garut, Serang, dan Lombok Timur. 

Zanariah menjelaskan koordinasi antarpemangku kepentingan Program Kespro di daerah masih lemah, baik itu lintas program maupun lintas sektor. Selain itu, pendekatan teknokratis yang sudah baik dalam perencanaan dan penganggaran kesehatan ibu dan anak dinilai kurang efektif jika tidak diimbangi dengan pendekatan dari segi politis. Terakhir, sesuai dengan Pendekatan Asuhan Berkesinambungan yang telah dianut oleh Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Menteri PPPA Gusti Ayu menyampaikan terkait permasalahan tingginya AKI merupakan salah satu penyumbang tingkat kesetaraan gender yang diukur melalui Indeks Kesetaraan Gender (IKG).

Kepala BKKBN Hasto juga menyampaikan terkait tren kematian ibu yang berhubungan erat dengan disrupsi pelayanan Kesehatan reproduksi, ibu, bayi baru lahir, dan remaja, serta gizi yang mana dalam hal ini penurunan AKI bersinggungan langsung dengan penurunan stunting. 

Pada webinar tersebut, turut serta hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati; dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo.