Ajak 16 Sekolah, Kemendagri Lakukan Inovasi Langsung Tuntaskan Sampah

Tanggal Publikasi Nov 11, 2022
366 Kali

Jawa Barat - Sejak Selasa, (8/11/2022), Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri tengah melangsungkan acara Workshop Integrasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan terpadu dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah, Kamis (10/11/2022).

Sebagai bentuk nyata, Kemendagri atasi permasalahan sampah di wilayah Jawa Barat, khususnya DAS Citarum, juga dilakukan Kegiatan Road to Gerakan Inovasi Langsung Aksi Tuntaskan Sampah atau disebut GILAsSampah di Wilayah DAS Citarum Tahun 2023 selama dua hari di GOR APS Tambun Kabupaten Bekasi (8/11) dan Hotel Grand Tjokro Premiere Bandung Jawa Barat (9/11).

Road to GILAsSampah diikuti oleh 16 sekolah setingkat SMP maupun SMA, penggiat sampah, juga orang tua murid yang berasal dari Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

Antusiasme para peserta dapat terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan terkait pengelolaan sampah dan peran Kemendagri di tengah-tengah masyarakat. Persoalan sampah perlu diperhatikan dan menjadi tugas bersama, bukan hanya tugas pemerintah pusat dan daerah, tetapi diperlukan juga andil dari masyarakat. Dengan adanya Road to GILAsSampah ini, diharapkan terwujudnya diseminasi, edukasi, dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah di masyarakat.

“Berdasarkan data kinerja pengelolaan sampah Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bulan November 2022, diketahui bahwa total timbulan sampah di Provinsi Jawa Barat sebanyak 4,6 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sampah yang tidak terkelola lebih dari 1,9 juta ton per tahun atau sebesar 43,12% dari total timbulan,” jelas Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi.

Tercatat jenis sampah yang paling banyak beredar di lingkungan masyarakat adalah sampah rumah tangga, seperti sisa makanan sebanyak 45,55% atau sekitar 2,1 juta ton/tahun dan sampah plastik sebanyak 17,43% atau sekitar 800 ribu/per tahun dari total timbulan sampah yang ada.

“Tentunya sampah harus dikelola mulai dari hulu atau rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, sehingga sampah dapat memiliki nilai ekonomi kalau kita dapat mengelolanya secara baik. Yang terakhir, penanganan dan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat secara umum, secara khusus untuk adik-adik kita ini,” tutur Teguh.

Pelaksanaan GILAsSampah 2023 direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri serta melibatkan pejabat eselon I di lingkup Kemendagri dan Kementerian terkait lainnya.

Secara umum, gambaran kegiatan tersebut akan dilakukan dengan bersih-bersih sampah di wilayah DAS Citarum, pengolahan sampah berbasis sumber, pameran produk olahan dari sampah yang sudah mempunyai nilai ekonomis, pengenalan ekonomi circular, dan berbagi pengalaman oleh penggiat sampah baik dari pemerintah daerah maupun NGO, maupun kegiatan lainnya.

Acara Road to GILAsSampah 2023 juga dimeriahkan dengan berbagi pengalaman dan demonstrasi praktek pengelolaan sampah dari perwakilan sekolah yang berstatus Adiwiyata. Kehadiran Greeneration Foundation dan World Cleanup Day sebagai percontohan NGO pengelolaan sampah juga mengajak seluruh peserta untuk menerapkan upaya pengelolaan sampah dengan reduce, reuse, dan recycle.

Pada akhir rangkaian acara, Teguh memberikan sambutan penutupan dan mengharapkan antusiasme pemerintah daerah dan masyarakat pada kegiatan GILAsSampah di Wilayah DAS Citarum yang akan diselenggarakan pada tahun 2023 oleh Ditjen Bina Bangda Kemendagri.

“Model proses edukasi pengelolaan sampah, saya pandang sangat penting untuk dilakukan secara terus menerus dan massif melalui proses sosialisasi, diseminasi dengan melibatkan target grup anak usia didik, karena merekalah yang akan meneruskan perjuangan pembangunan Indonesia. Serta, saya berharap di tahun 2023 kita bisa menyelenggarakan kegiatan Gerakan Inovasi Langsung Aksi Tuntaskan Sampah atau disingkat GILAsSampah di Wilayah DAS Citarum,” tutup Teguh dalam kesempatannya.

Hadir pula Shelly Lunggaer serta Nabila Ishma selaku host pada rangkaian Road to GILAsSampah di Wilayah DAS Citarum Tahun 2023. Adapun peserta kegiatan ini dihadiri oleh KemenkoMarves, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bekasi, Pemkab Karawang, Pemkab Purwakarta, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat, Pemkab Cianjur, Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, SMPN 2 Tambun Selatan, SPMN 1 Karawang Barat, SMPN 1 Purwakarta, SMPN 17 Bandung, SMPN 3 Baleendah, SMPN 2 Padalarang, SMPN 2 Cilaku, SMPN 8 Cimahi, SMAN 1 Tambun Selatan, SMAN 1 Karawang, SMAN 1 Purwakarta, SMK Merdeka Bandung, SMKA Mahaputra Cerdas Utama, SMAN 2 Padalarang, SMKN 2 Cilaku, SMAN 6 Cimahi, penggiat sampah dari Greeneration Foundation dan World Cleanup Day, serta perwakilan masyarakat.