( 17-May-2018 ) Sambut Hasil Pilkada Serentak 2018, Mendagri Terbitkan Instrumen Hukum Pembangunan Berkelanjutan Melalui KLHS-RPJMD | ( 15-May-2018 ) Siaran Pers - Ditjen Bina Pembangunan Daerah Pastikan Pembangunan Berkelanjutan Melalui KLHS-RPJMD | ( 11-May-2018 ) Contoh Desain Topi dukungan ASIAN GAMES 2018 | ( 11-May-2018 ) Contoh Desain PIN Dukungan ASIAN GAMES 2018 Kemendagri | ( 02-May-2018 ) Pemerintah Daerah Berkumpul di Jakarta Bahas SPM Urusan Trantibumlinmas | ( 25-April-2018 ) Diah Indrajati Sampaikan Pidato Mendagri pada Hari Otonomi Daerah ke 22 Tahun |


JAKARTA - Menindaklanjuti permintaan Kepala BPH Migas perihal monitoring Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dalam rangka mendukung Posko Nasional Sektor ESDM untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak menjelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar), Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah menugaskan personel yang terdiri dari pejabat eselon 3 hingga fungsional umum untuk mendukung pelaksanaan monitoring yang dimaksud. Penugasan tersebut tertuang pada surat Plt. Dirjen Bina Pembangunan Daerah Nomor 600.05/9907/Bangda tertanggal 13 Desember 2017.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Kebijakan BBM satu harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan pertumbuhan ekonomi.

Atas dasar Perintah Presiden, Kementerian ESDM, telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakukan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus penugasan secara nasional yang bertujuan untuk percepatan pemberlakuan harga jual eceran BBM yang sama untuk seluruh wilayah negara kesatuan republik indonesia.

Kebijakan tersebut perlu di dukung oleh pemerintah pusat maupun daerah, terutama daerah-daerah yang masuk kategori 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar).

Tim Pemantauan kegiatan Monitoring Posko Nasional Sektor ESDM Tahun 2017, terdiri dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri, DPR RI, BPH Migas, dan awak media.

Lokasi yang akan dilaksanakan dalam kegiatan tersebut dibagi menjadi dua gelombang pra Natal dan pasca Natal tahun 2017.

Adapun yang menjadi lokasi tujuan monitoring 3T tersebut adalah sebagai berikut: 1) Puring Kencana, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; 2) Labuhan Badas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; 3) Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara; 4) Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara; 5) Nusa Penida, Klungkung, Bali; 6) Ra’as, Sumenep, Jawa Timur; 7) Simanggiris, Nunukan, Kalimantan Utara; 8) Morotai Utara, Morotai, Maluku Utara; 9) Moswaren, Sorong Selatan, Papua Barat; 10) Supiori, Kepulauan Aruri, Papua; 11) Sajingan Besar, Sambas, Kalimantan Barat; dan 12) Ambon, Maluku. 

Sumber: Subdit ESDM | Sumber Foto: http://primaradio.co.id/

 

about author

Link Terkait