( 20-May-2019 ) Hari Kebangkitan Nasional ke-111: Bangkit untuk Bersatu | ( 17-May-2019 ) Kemendagri Gelar Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 | ( 17-May-2019 ) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Bahas Pemanfaan Aplikasi E-Planning | ( 16-May-2019 ) Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Lantik Pejabat Pengawas (Eselon IV) | ( 15-May-2019 ) Tjahjo Kumolo: Kota Cerdas Jadi Solusi Permasalahan Kota | ( 10-May-2019 ) 2045, Indonesia Diprediksi Peringkat Keempat Sebagai Negara dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar di Dunia |


PADANG, Bangda – Ketidakhadiran Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dalam acara pembukaan Rakortekrenbang di  Grand Inna Muara, Padang, Senin (25/2/2019) dijawab dengan hadirnya beliau dalam acara Ramah Tamah yang diselenggarakan di Istana Gubernur. Tampil dengan kemeja hitam panjang yang digulung sampai siku membuat sang Gubernur tampil muda layaknya anak milennial hari ini yang sering tampil santai dalam belbagai acara.

Banyak yang sudah mengenal sosok sang Gubernur yang memiliki kecakapan dan kepiawaian dalam mengolah kata, pantun yang menjadi ciri khas masyarakat minangkabau. Tidak salah kalau Irwan Prayitno mendapatkan julukan the King of Pantun dan Mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Kepala Daerah yang menciptakan pantun terbanyak (18 ribu pantun).

Gubernur juga punya cara unik dalam mempromosikan kebudayaan dan wisata di Ranah Minang, dalam penyambutan peserta rakortekrengbang regional 1 yang dihadiri oleh Sekjen Kemendagri, Hadi Purnomo, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, M. Hudori, Bappenas, K/L dan 17 utusan dari daerah. Irwan memulainya dengan sebuah pantun “tomat dan kentang dari utalena-dibawa orang ke batu basah-selamat datang tamu undangan-istimewa tamu dari Jakarta”, pantun ini disampaikan untuk para pejabat dari Kemendagri yang hadir. “Bapak/Ibu yang banyak datang dari seluruh Indonesia, kami menawarkan dan menghimbau sebelum pulang, kalau boleh jalan-jalan dulu ke daerah Sumatera Barat” ujar sang Gubernur dalam menutup sambutannya pada Senin (25/2/2019) malam.

Selepas memberikan kata sambutan, sang Gubernur menghibur para tamu yang hadir dengan tampil memukau memainkan drum bersama IP Band dengan membawakan lagu-lagu khas ranah minang yang diselingi lagu rock. Usia ternyata bukan halangan bagi sang gubernur dalam memainkan dan memukul drum penuh dengan power. Sorak-sorai tamu undangan yang hadir dan senandung yang gembira tanpa sadar membuat para tamu yang hadir bergoyang mengikuti alunan nada yang indah dan gembira yang dibawakan sang biduan.

Dalam acara ramah tamah ini, Irwan Prayitno memberikan cinderamata sebuah buku “Pantun Spontan” untuk Sekjen Kemendagri, Hadi Purnomo, dan Direktur Jenderal Ditjen Bina Bangda, M. Hudori. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan makan-makan dan dihibur oleh tarian dan nyanyian lagu khas ranah minang. (AF)

Foto: Mahfud Achyar

about author