Kemendagri Siap Berkontribusi dalam Program Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All in Indonesia (BERANI) II

Tanggal Publikasi Jan 26, 2024
926 Kali

Jakarta – Perwakilan Ditjen Bina Bangda, Kemendagri menghadiri Peluncuran Program Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All in Indonesia (BERANI) II yang dilaksanakan secara luring di Hotel Pullman Jakarta Indonesia pada hari Kamis (25/01/2024). Kegiatan Peluncuran Program BERANI II tersebut diawali dengan sambutan UNFPA Representative, Bapak Hassan Mohtashami. 

Acara peluncuran program BERANI II ini yaitu untuk meresmikan dokumen Program Bersama BERANI II, mengumumkan dimulainya pelaksanaan program kepada publik, mitra pelaksana, dan pemangku kepentingan terkait, serta mendokumentasikan secara resmi komitmen seluruh mitra pelaksana dan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program secara bersama.

Dalam sambutannya, Hassan Mohtashami menyampaikan bahwa Program BERANI II ini adalah program kerja sama antara UNFPA, UNFPA, UNICEF, UN Women dengan dukungan dari Global Affairs Canada dan kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga terkait serta seluruh lembaga kemasyarakatan di Indonesia sampai dengan tahun 2027. 

“3 pilar utama dalam Program BERANI II ini diantaranya yaitu Adolescent Sexual and Reproductive Health (ASRH)/Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja, Gender-Based Violence (GBV)/Kekerasan Berbasis Gender, dan Policy Issues/Isu-isu kebijakan.” ucap UNFPA Representative.

Sejak tahun 2018, program BERANI telah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Berangkat dari pembelajaran tahap pertama program, BERANI II akan melanjutkan pekerjaan penting mengakhiri kematian ibu, kekerasan berbasis gender, dan praktik-praktik berbahaya seperti perkawinan anak dan pemotongan/pelukaan genitalia perempuan (P2GP) yang juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Hadir secara luring yaitu Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, KemenPPPA, UNICEF Representative, UN Women Representative, Counsellor and Head of Development Cooperation, Embassy of Canada, perwakilan dari Kemensetneg, Kemenko Bidang PMK, Kemenlu, Kemendagri, Kemenkes, KemenPPPA, Kemendikbudristek, BKKBN, Kominfo, Kemenag, Kemenpora, Bappenas, Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak, jajaran pemerintah daerah, Lembaga non-Pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan lainnya.